SMP Negeri 03 Kotabumi Lampura Rapat RKAS Tahun 2021

Headline Lampung Utara

LIPSUSNEWS.COM – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 03 Kotabumi, di Jalan Wredatama No.56, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menggelar rapat dalam rangka menyosialisasikan dan menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun 2021.

Turut hadir, Pembina dari dinas pendidikan kabupaten Lampung utara, Bendahara mintarsih mewakil Kepala sekolah SMP Negeri 03, Kotabumi, guru-guru, komite sekolah dan perwakilan siswa ini digelar di ruang pertemuan SMP Negeri 03 kotabumi, Rabu (14/04/2021).

Mintarsih, Bendahara sekolah smp negeri 03 kotabumi mewakili kepala SMPN 03 kotabumi, dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan guna mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di lingkungan Satuan Pendidikan SMP Negeri 03 Kotabumi.

Lebih jauh dia menguraikan, proses penyusunan RKAS mulai dilaksanakan sejak Februari.

“Sebagai penanggung jawab dana BOS, kami membentuk tim penyusun RKAS yang di dalamnya dibagi tugas delapan standar nasional pendidikan,” sebutnya.

Delapan standar yang dimaksud, yaitu pengembangan kompetensi lulusan, pengembangan standar isi, pengembangan standar proses, pengembangan standar pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan sarana prasarana, pengembangan pembiayaan serta pengembangan dan implementasi sistem penilaian.

“Para penanggung jawab bertugas menyusun program kerja berdasarkan standar masing-masing,” urainya.

Sementara, sesi pemaparan disampaikan oleh Mintarsih selaku bendahara BOS Reguler. Dia memaparkan penyusunan RKAS didasarkan pada lima hal yakni (1) Permendikbud No.14 Tahun 2020 (2) Permendikbud No. 6 Tahun 2021 (3) Standar Harga Kota Parepare (4)Visi Misi sekolah (5) Rapor mutu.

Mintarsih merinci jumlah dana BOS yang akan disalurkan ke dalam tiga tahap.

“Tahap satu 40%, tahap dua 40%, dan tahap tiga 20%. Jumlah anggaran tersebut telah sesuai dengan jumlah siswa per-tanggal 31 Agustus 2020 yang pada proses penyusunan telah dianggarkan 9,7% untuk belanja modal, 31,44 % belanja barang pakai habis, dan 58, 86 belanja barang dan jasa,” ungkap guru muatan lokal Bahasa daerah yang juga Sekretaris MGMP Bahasa daerah.

RKAS kata dia, masih bisa berubah. “Pengalaman tahun lalu, saya tiga kali melakukan pergeseran anggaran serta satu kali melakukan perubahan anggaran karena beberapa kegiatan tidak terealisasi karena masa pandemi jadi agak sulit menjalankannya, bahkan tahun lalu ada anggaran yang harus menjadi SiLPA, namun ke depannya kami berkomitmen untuk menuntaskan apa yang telah kita susun,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri sebanyak beberapa peserta berlangsung lancar dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan covid-19. (Y)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *