Rianto: ADD 2020 Tahap Pertama 40 Persen Diprioritaskan untuk Penanganan Covid-19

Headline Lampung Utara

LIPSUSNEWSS.COM – Pemerintah Desa Bandar Sakti, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara terus berupaya memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 diwilayah setempat, Senin (11/5/2020).

Kepala Desa Bandar Sakti, Rianto mengatakan, untuk mencegah merebaknya pandemi Covid-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Bandar Sakti sudah lakukan penyemprotan cairan disinfektan sejak April-Mei 2020.

“Kita sudah melakukan penyemprotan disinfektan sebanyak 3 kali sejak April. Semoga penularan wabah Covid-19 bisa kita tekan semaksimal mungkin agar masyarakat tidak terinfeksi virus berbahaya tersebut,” ujar Kepala Desa.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan, pihaknya juga membagikan hannd sanitazer dan masker, sebanyak 23 pcs kesetiap warga di 6 dusun yang ada di Desa Bandar Sakti.

“Pemdes bersama relawan gugus tugas penanganan Covid-19 juga telah melakukan pendataan penerima BPNT dan BLT disetiap dusun melalui RT yang memang tim relawan Covid-19,” jelas Rianto.

Sementara itu, Ketua Badan Pemasyarakatan Desa (BPD) Jumari menambahkan bahwa Pemdes Bandar Sakti dari tahun ketahun terus berusaha maksimal dalam penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD), yang mana pada akhir 2019 telah mengadakan rapat Musyawarah Desa (Musdes) baik ditingkat dusun dan desa untuk prioritas Padat Karya Tunai (PKT) sesuai Peraturan Kementrian Desa.

“Jadi setiap penggunaan anggaran pastinya mengacu dengan Permendes melalui Musdus dan Musdes, sesuai dengan kebutuhan yang diusulan masyarakat masing-masing dusun. Jadi warga wajib melaporkan apa yang jadi kebutuhan mereka,” terang Jumari.

Ketua BPD mengatakan bahwa sesuai apa yang sudah di sepakati dalam Musdus dan Musdes, rencana kegunaan anggaran di dalam APBdesa untuk pembangunan fisik yaitu, fasilitas prasarana air bersih, sumur bor 6 titik yang terbagi di semua dusun, dan lapen sepanjang 500 meter.

Infrastruktur juga dirasa sangat penting untuk peningkatan jalan seperti pembuatan gorong-gorong jika tidak ada lagi perubahan dalam APBdesa.

“Karena ADD tahap pertama sebesar 40 persen diprioritas untuk penanganan Covid-19, sesuai dengan Surat Edaran Mentri Desa, PDTT No 8. Tahun 2020 Tentang Desa lawan Covid-19 dan penegasan Padat Karya Tunai,” ungkapnya. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *