Buka Musrenbangtan 2020, Ini Pesan Bupati Waykanan Raden Adipati

Headline Way Kanan


WAYKANAN – Bupati Waykanan Raden Adipati Surya, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Tahun 2020, di

Hotel Sinar Kampung Bumiratu, Kecamatan Blambangan Umpat, Kamis (05/03).

Dalam sambutannya, Bupati Waykanan mengatakan bahwa Musrenbangtan merupakan wahana bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan aspirasi masyarakat untuk pelaksanaan pembangunan khususnya dibidang pertanian.

Dia menjelaskan, Musrenbangtan dilaksanakan berdasarkan Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 9 tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberikan kewenangan yang semakin besar kepada daerah untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

“Penyelenggaraan Musrenbangtan ini  mempunyai arti penting dan strategis dalam rangka mencari masukan guna menyusun perencanaan pembangunan pertanian tahun anggaran 2021 untuk mencapai visi, misi, tujuan dan  sasaran program seperti yang telah tertuang dalam RENSTRA Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Waykanan Tahun 2016-2021,” ujar bupati.

Melalui Musrenbangtan ini diharapkan dapat dilakukan sinkronisasi agenda dan prioritas pembangunan khususnya bidang pertanian, baik yang memerlukan dukungan pendanaan APBD Daerah, Provinsi, maupun APBN dan juga APBK (Kampung). Sehingga pelaksanaan Musrenbangtan dapat menghasilkan suatu perencanaan yang berkualitas, transparan dan akuntabel, yang akan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan pertanian pada tahun 2021.

Raden Adipati mengatakan, Pembangunan di Kabupaten Waykanan kini sudah berjalan 21 tahun, dan Pembangunan Tahun 2021 adalah kelanjutan pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya. Sehingga kebijakan Pembangunan Waykanan 2021 masih diarahkan pada upaya pengembangan infrastruktur yang dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial budaya, dan lingkungan.

“Dibidang ekonomi kita harus mengembangkan produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomis tinggi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini seperti yang tertuang dalam misi keempat Pemerintah Kabupaten Waykanan, yaitu revitalisasi kebijakan pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian melalui pengembangan produk unggulan daerah,” ujarnya.

Lanjut bupati, dalam rangka mengimplementasikan misi tersebut, maka Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan akan mewujudkannya melalui, pengembangan komoditas pertanian unggulan (baik tanaman pangan, hortikultura dan peternakan) yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kemudian mewujudkan masyarakat pertanian yang maju dan berdaya saing dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan potensi pertanian dan peternakan secara optimal dan mewujudkan SDM dan kelembagaan petani yang profesional, unggul dan berdaya saing melalui penguasaan teknologi pertanian dan peningkatan kualitas SDM.

Hal lain yang perlu diperhatikan agar sinergitas program pembangunan tingkat kabupaten dan tingkat kampung harus diwujudkan dengan mengarahkan pada fokus program yang sama. Artinya program pembangunan tingkat kabupaten harus dirancang untuk mensupport program pembangunan di tingkat kampung, mengingat banyak program kegiatan kabupaten yang memiliki lokus di kampung.

“Saya minta agar program kabupaten dipadukan dengan program serupa di tingkat kampung. Momen terpenting dalam forum Musrenbangtan ini adalah perumusan perencanaan pembangunan bidang pertanian, khususnya pada tahun 2020. Oleh karena itu forum Musrenbangtan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga pada saat pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan optimal,” pesan bupati.

“Pembangunan di bidang pertanian tidak hanya bisa ditumpukan kepada pemerintah daerah semata, tapi juga diperlukan peran serta masyarakat, stakeholder bidang pertanian dan unsur-unsur lainnya. Untuk itu dalam forum Musrenbangtan ini para peserta secara aktif dapat menyampaikan ide, gagasan dan saran sebagai masukan dalam rangka pembangunan bidang pertanian khususnya untuk tahun anggaran 2021 mendatang,” tutupnya. (Hifni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *