Kenalkan Tradisi Lokal, Dinas Kebudayaan Tanggamus Gelar Pesta Laut Melawai

RUWAI JURAI Tanggamus

Kenalkan Tradisi Lokal, Dinas Kebudayaan Tanggamus Gelar Pesta Laut Melawai

LIPSUSNEWS.COM, Tanggamus_ Dinas Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, menggelar acara Pesta Laut melawai dengan mengusung tema “Dengan melawai kita mengangkat kembali tradisi kearifan lokal sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Tanggamus” acara yang diadakan di Ruang terbuka hijau (RTH) Taman Wisata Muara Indah Kotaagung, Selasa (9/9/2018).

Melawai ini merupakan rangkaian dari kegiatan satu dengan Parade Nusantara yang sebelumnya sudah di adakan dari tanggal 02-10 Oktober 2018. Awal rangkaian kegiatan pertama telah dilakukan Festival desain Batik Tanggamus dan pegelaran Sandra tari tiga Provinsi yang diselenggarakan di Res Area Gisting.

f3b096d5-a272-4b2b-bd6d-27a4a91cfcc4-kns-49624_ocyack.jpg

Dalam sambutannya Kepala dinas Kebudayaan Gandung Hartadi mengatakan, berdasarkan Undang Undang No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan kebudayaan akan melaksanakan bagian amanat Undang Undang tersebut, salah satunya kembali melaksanakan tradisi yang sudah punah akibat tergerus zaman yang semakin maju saat ini,

” Kegiatan melawai ini bertujuan untuk mengangkat tradisi lokal dan menggali seni dan budaya menjadi sebuah tradisi yang dikenalkan kembali dan dilaksanakan kembali kepada masyarakat Kabupaten Tanggamus, agar supaya anak cucu dan generasi penerus ini tetap mengenal tradisi itu, agar mereka tau bahwa mereka mempunyai tradisi khususnya lampung pesisir,”ujar Gandung.

bdd92d60-3c1b-4a36-894c-7de9dfef6caf-kns-30512_hbkvzr.jpg

Dan disamping itu juga, lanjutnya, sebagai ikon melestarikan kebudayaan serta menghidupkan kembali dan menyatukan tradisi yang ada, yang dapat membentuk karakter bangsa. Melawai juga merupakan tradisi masyarakat pesisir Lampung kabupaten Tanggamus. Karena kehidupan suku lampung ini hidupnya suka bergotong royong yang salah satunya gotong royong mencari ikan yaitu melawai, yang dilaksanakan pada saat masyarakat lampung pesisir khususnya melakukan tradisi Nayuh atau yang disebut saat ini seperti hajatan.

Serta bukan hanya mengenalkan tradisi Kegiatan ini, disamping menjadi kegiatan yang di kembangkan juga dikemas dalam bentuk wisata, sehingga masyarakat luar tanggamus tahu bahwa ada adat lampung pesisir salah satunya disebut melawai, sehingga bisa mendukung sepenuhnya program kegiatan pariwisata Ratu, dan ikut memprogramkan Aksi 55 Asik tentang kebudayaan dan ke bhinekaan yang tercantum dalam program tersebut, dan berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan, yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemimpin daerah bersama stake holder terkait, karena kegiatan kebudayaan kedepan dapat menjadi satu kegiatan yang dapat mendatangkan pengunjung wisatatawan daerah maupun luar daerah ke kabupaten tanggamus.

“Mari kita bangkitkan kembali seni tradisi supaya anak-anak kita nantinya mengerti akan budaya, serta merubah menset kita bahwa kita ini tidak lagi zaman dulu melainkan sudah jaman milenial. Jadi kita harus imbangkan karena siapa yang akan mengembangkan kebudayaan dan mengajak generasi anak cucu kita jika tidak orang orang tua, ketika ada acara adat budaya yang menyangkut lampung pesisir itu seyogyanya turut juga ada dukungan penuh masyarakat, dan saya ucapkan terimakasih atas kehadirannya yang sudah menyempatkan diri bisa ikut menghadiri acara ini,” pungkasnya.

ce4fedc3-e328-4d40-858d-531f4146566d-kns-52979_tzwckw.jpg

Kemudian Acara di lanjutkan dengan pelepasan para peserta adat melawai yang di lepas secara simbolis oleh Kepala Dinas Kebudayaan Gandung Hartadi serta di iringi ke tepi pantai dengan tujuan mencari ikan dilautan yang disebut orang lampung pesisir Melawai, didampingi oleh tokoh adat lampung pesisir dari 6 Kebuayan di tanggamus, Budayawan, Seniman dan para masyarakat nelayan di kotaagung juga ratusan undangan yang hadir.

(Red)