Loekman: Saya Janji Akan Terus Memperhatikan Nasib Guru Honorer Dalam Penerimaan CPNS

Lampung Tengah RUWAI JURAI

Loekman: Saya Janji Akan Terus Memperhatikan Nasib Guru Honorer Dalam Penerimaan CPNS

LIPSUSNEWS.COM, LAMPUNG TENGAH— Perjuangan nasib guru honorer K2 di Lampung Tengah dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Bupati Lamteng Hi. Loekman Djoyosoemarto siap memfasilitasi dengan menyiapkan satu kendaraan bis untuk para guru honorer yang akan menyalurkan aspirasinya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, pada 3 Oktober 2018 mendatang.

“Saya berjanji akan terus memperhatikan nasib guru honorer dalam penerimaan CPNS, yang kebijakan pemerintah harus maksimum 35 tahun,” ucap Loekman saat menghadiri Pelepasan Purnabakti guru dan pengawas SD, SMP yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Trimurjo, Sabtu (22/09/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Loekman juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua guru yang telah memasuki masa Purnabakti atas pengabdiannya kepada pemerintah dan negara. Oleh karena itu Bupati Gotong Royong ini memberikan motivasi kepada seluruh guru honorer K2 untuk terus berjuang menyalurkan aspirasinya secara sportif dan elegan agar nasib guru honor dapat dipertimbangkan untuk diangkat menjadi PNS.

“Dalam hal ini saya juga akan perintahkan dinas terkait untuk berkoordinasi dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Kemendikbud RI. Mudah-mudah ada jalan keluar nya. Karena bukan kita yang membuat kebijakan, dan sistem pun bukan kita yang mengelola, tapi secara online dari pusat, kita hanya ketempatan saja.” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua PGRI Lampung Tengah Drs. Hi. Sarjito menyampaikan bahwa PGRI adalah organisasi profesi guru yang sah yang mempunyai struktur kepengurusan mulai dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan bahkan sampai ketingkat ranting atau tingkat satuan pendidikan.

Sarjito mengatakan bahwa Lampung Tengah saat ini masih kekurangan guru, hampir 1300 orang khususnya guru SD yang diangkat pada tahun 1987, 1988, dan 1989 pada zaman Inpres di era Orde Baru. Bahkan saat ini ada satu sekolah SD yang PNS nya hanya Kepala Sekolah saja sementara gurunya seluruhnya honorer.

Dijelaskan Sarjito, dengan kebijakan pemerintah tahun 2018 yang hanya menerima lamaran CPNS maksimum usia 35 tahun dengan kuota penerimaan guru di Kabupaten Lampung Tengah sejumlah 300 orang, maka dia meminta kepada pemerintah daerah khusunya pejabat Pembina Kepegawaian Daerah untuk memikirkan dan melaksanakan penambahan insentif bagi guru honor yang selama ini telah dianggarkan dari APBD sebanyak satu juta dua ratus ribu per guru, dan per tahun dibayar 2 kali atau setiap satu semester.

Lebih lanjut Ketua PGRI Lampung Tengah ini menjelaskan, bahwa anggota PGRI Lamteng saat ini berjumlah 15. 471 orang. Menurutnya, anggota PGRI bukan hanya di bawah pembinaan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah saja, tetapi ada anggota PGRI yang di bawah pembinaan Kementerian Agama seperti guru Madrasah guru Raudhatul Athfal yang berafiliasi dengan PGRI.

“Selain itu juga guru-guru di bawah pembinaan provinsi seperti guru SMA dan SMK. Mereka juga menjadi anggota PGRI Lampung Tengah dan ini riil karena semuanya anggota PGRI telah memiliki Kartu PGRI yang diperoleh secara online.” terang Kadis Kominfo Lamteng ini.

(Mujahit)