Bentrok Antar Warga Kampung Bumiratu Nuban, Kapolres Lamteng Nyatakan Sudah Aman dan Kondusif

Lampung Tengah RUWAI JURAI

Bentrok Antar Warga Kampung Bumiratu Nuban, Kapolres Lamteng Nyatakan Sudah Aman dan Kondusif

LIPSUSNEWS.COM, LAMPUNG TENGAH- Pasca perselisihan antar warga di Kampung Bumiratu, Kecamaran Bumiratu Nuban, yang menewaskan satu orang dan rumah beserta ruko tambal ban dibakar, Kapolres Lampung Tengah AKBP Slamet Wahyudi, SH. MH., mengatakan sampai dengan saat ini kondisi sudah aman dan kondusif.

“Sampai saat ini kondisi aman tidak ada masa saling serang. Karena ini murni salah paham antar individu. Tapi kita tetap berjaga jaga. Personilpun masih kita siagakan, dilokasi dan perbatasan dusun,” terangnya. Selasa (4/9/2018).

Terlebih, kata Kapolres, pihak korban sepenuhnya telah menyerahkan perkara ini kepihak penegak hukum setempat.

“Ya, pihak keluarga sudah menyerahkan sepenuhnya persoalan ini ke kita, saat ini perkara masih kita dalami,” ucapnya.

Saat ditanya terkait tersangka, pihaknya belum bisa memutuskan. “Belum ada yang kita tetapkan tersangka. Karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Har ini, lanjut kata Kapolres, kita lakukan pengawalan prosesi pemakaman korban Alwi (35), yang telah menjadi korban pengeroyokan, hingga meninggal dunia.

Terpisah, Wakil Bupati Lamteng Loekman Djoyosomarto, S.Sos., saat di konfirmasi terkait perselisihan antar warganya di Kampung Bumiratu. Ia meminta kepada pihak media untuk memberikan informasi yang akurat dan berimbang.

“Ini murni kesalah pahaman, antar individu, yang berakibat pada tewasnya korban Alwi. Jangan sampai imi menimbulkan isu sara dan daerah. Jadi saya minta pihak media bisa memberitakan kejadian yang sesuai dan jangan dibaut buat, agar tidak menimbulkan konflik dari pihak yang bersengketa” terangnya.

Terlebih lagi, Lanjut kata Wabup, pihak keluarga sepenuhnya sudah menyerahkan perkara ini kepada pihak penegak hukum setempat. Mudah mudahan persoalan ini bisa segara selesai.

Harapan saya, kejadian kejadian ini tidak kembali terulang. Selesaikan lah masalah dengan musyawarah. Jika tidak bisa minta pihak lain, sebagai penengah. Sehingga tidak timbul konflik, pertikaian dan lainnya.

(Mujahit)