H-7 Idul Adha, Disnakbun Lamteng Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban

Lampung Tengah RUWAI JURAI

H-7 Idul Adha, Disnakbun Lamteng Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban

LIPSUSNEWS.COM, Lampung Tengah- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun), akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban pada H-7 sebelum Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah tahun 2018 M.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disnakbun Lampung Tengah, Taruna Bifi Koprawi, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/8/2018).

“Untuk surat perintah pemeriksaan kesehatan hewan ternak (kurban), sudah kita sampaikan kepada seluruh petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Disnakbun, sepekan yang lalu,” ujarnya.

Taruna menjelaskan, ada sembilan UPTD petugas kesehatan hewan di Lampung Tengah, yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan kurban se-Lamteng. Dan pelaksanaan pemeriksaan baru akan dimulai pada H-7 atau sepekan sebelum Hari Raya Idul Adha, sampai H+4.

Masih kata Kadisnakbun Taruna, petugas kesehatan hewan yang melakukan pemeriksaan, adalah petugas yang telah memiliki keahlian, tentang kesehatan hewan dan telah memiliki Sertifikat dari Kementrian Pertanian (Kementan) RI.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena petugas yang kita tugaskan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban, semuanya telah ahli di bidangnya, dengan memiliki legalitas resmi dari Kementan RI, berupa Sertifikat,” terangnya.

Petugas kesehatan hewan, imbuh Taruna lagi, akan melakukan pemeriksaan hewan kurban secara gerilya, yaitu dengan cara mendatangi setiap Masjid dan Musholla, yang memotong hewan kurban. Hal ini dirasa cukup menyulitkan petugas, karena di Lampung Tengah tidak terdapat pasar khusus, yang menjual ternak kurban.

“Petugas kita harus keliling ke setiap Masjid dan Musholla, yang akan melakukan pemotongan hewan kurban. Karena kita belum punya pasar hewan,” ujarnya.

Kesehatan hewan kurban yang akan diperiksa meliputi, kuku, gigi, kulit, daging dan hati. Bila terdapat bagian tubuh hewan yang terkena penyakit, maka hanya pada bagian itu saja yang akan dipisahkan dan tidak boleh dibagikan

(Mujahit)