Ini Tiga Kecamatan Di Metro Terancam Puting Beliung

Metro

LIPSUSNEWS.COM, Metro_ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro memaparkan tiga kecamatan berpotensi atas bencana angin puting beliung di wilayah setempat.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Metro Alfajar Nasution mengatakan, tiga daerah berpotensi adalah Kecamatan Metro Utara, Metro Selatan, dan Metro Timur. Ini brdasarkan kasus-kasus yang terjadi selama ini.
“Tiga daerah itu berpotensi angin puting beliung karena selama 2016 ada tiga kejadian di sana. Tahun 2017 lebih dari 35 kasus pohon tumbang. Tahun ini baru kemarin ada satu kejadian di Metro Utara itu di Banjarsari dan Purwosari. Dan memang dua kelurahan itu masuk peta rawan bencana,” imbuhnya, Selasa (3/4).
Dijelaskannya, angin puting beliung merupakan dampak dari banyaknya lahan kosong. Akibat pepohonan dan hutan ditebang, kemudian berganti menjadi lahan produktif, pemukiman, dan lainnya. Sehingga tidak ada tahanan angin.
“Jadi angin berkumpul karena tidak ada tahanan tadi. Karena dulu, banyak penahan di Lampung Tengah, Lampung Timur bahkan di Metro sendiri. Sekarang sudah berganti. Ya kita tidak bisa hindari itu. Cuma bisa meminimalisir korban dan kerugian,” terangnya.
Salah satunya adalah melalukan peremajaan pohon di rumah atau kawasan pemukiman. Agar tidak tumbang dan menimpa rumah. Sehingga bisa berpotensi menimbulkan korban dan kerugian material lebih besar.
“Itu rencana akan kita sosialisasikan. Agar masyarakat paham. Kenapa sekarang ada puting beliung dulu enggak ada, nanti kita jelaskan. Tujuannya untuk membangun kesadaran, agar warga tanggap dan sigap saat bencana,” ungkapnya.
sementara itu, Komisi I DPRD Metro meminta pemerintah melalui satuan kerja (satker) terkait terjun ke masyarakat dan berkoordinasi satu sama lain instansi terkait waspada bencana.
“Masalah bencana ini masalah bersama. Misal saluran mampet, itu kan melibatkan banyak satker. Nah, harus ada koordinasi. Enggak perlu ini tugas itu, tugas sana. Soal potensi bencana, itu tugas kita bersama. Jadi harus terintegrasi,” terang Basuki, Ketua Komisi I.
Dengan demikian, sesuatu yang awalnya potensi diharapkan bisa tidak betul-betul terjadi. “Jangan sudah terjadi dulu baru semua sibuk. Harus satu frame, bahwa kita tidak menghendaki bencana. Dan tidak bisa mencegah juga. Tapi bisa meminimalisir,” imbuhnya.
Karenanya, Basuki berharap, semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat harus lebih partisipatif dan peduli terkait permasalahan bencana. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *