Ciptakan Lapas Layak Anak, Kepala Lapas Gunung Sugih Resmikan Playland

Lampung Lanpung Tengah Sosok

Gunung Sugih_ Dalam rangka mendukung dan memenuhi hak anak, Lapas Gunung Sugih membangun Play Land (Arena Bermain Anak) di Area Ruang  Kunjungan Lapas Gunung Sugih. Play Land merupakan arena bermain khusus anak yang berisi berbagai permainan anak-anak, yang tentunya ramah lingkungan.

Play Land dirancang bagi anak-anak untuk melakukan aktivitas bermain. Konsep lingkungan ramah anak,  merupakan sebuah gerakan pencerahan budaya yang sangat tepat. Terutama dalam mendesain penciptaan lingkungan yang mencirikan dinamisasi, yang sesuai dengan karakter seorang anak. Karena sebuah lingkungan yang peduli dengan kepentingan anak, tentu saja telah pula mengakses kepentingan sebuah keluarga. Sehingga secara lebih luas lagi dapat memberikan suasana kondusif bagi interaksi masyarakat sebagai sebuah kelompok terbesar dalam sebuah wilayah. Lingkungan yang ramah, artinya lingkungan yang menghadirkan suasana yang aman, nyaman, ramah, dan berbudaya.

Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas III Gunung Sugih, Syarpani pada saat Peresmian Play Land (Arena Bermain Anak) di Area Ruang Kunjungan Lapas, Senin (26/2).

“Sesuai dengan pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kami berkomitmen melindungi anak dari segala bentuk kekerasan fisik, psikologi, intimidasi, dan persekusi, yang berdampak negatif pada anak. Lapas wajib peduli anak, menghadirkan suasana ramah sehingga anak yang mengunjungi orangtua tidak terbebani psikologis nya karena pelaksanaan anak tersebut larut dalam aneka permainan. Dan lebih penting nya lagi, dengan adanya Play Land ini dapat merangsang perkembangan kemampuan motorik dan sosial anak.”, ujar Kalapas yang sedang membangun juga Ruang Laktasi bagi ibu menyusui.

Kalapas penggagas Pesantren dalam Lapas ini menyampaikan bahwa berbagai permainan yang disiapkan untuk permainan anak anak dan kami mendukung Lampung Tengah menjadi Kabupaten Layak Anak .

“Kita persiapkan perosotan, ayunan, serta ruang tunggu orang tuanya yang bisa menampung 30 pengunjung sehingga bisa berada diluar ruang kunjungan. Saya ingin Lapas Gunung Sugih terus berbenah dalam hal mengedepankan hak anak. Kami dukung penuh Lampungvl Tengah Jadi Kabupaten Layak Anak” ujar Pria yang sebelumnya melakukan test urine bagi pegawainya.

Para tahanan dan narapidana pun sangat menyambut baik inovasi pembangunan play land oleh kalapas baru mereka ini. Saman (45th), Narapidana menyampaikan terima kasih nya. “Terima kasih banyak Bapak Kalapas atas perhatian nya untuk kami semua, ketika berkunjunga anak kami tidak sadar jika bapaknya sedang menjalani pidana .”, Ujar pria paruh baya tersebut.

Sementara itu, Ria (40th), Warga Bandar Jaya Lampung Tengah, isteri dari Narapidana Rsd menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas tersedianya Play Land dalam Lapas. “Kok bisa kepikiran ya, Lapas bisa menyiapkan aneka permainan anak. Ini sangat bermanfaat karena anak anak terhibur sehingga anak saya tidak tau kalau bapaknya sedang menjalani pidana. Terimakasih Pak Kalapas”,  Ujar ibu dua anak ini.

Plt. Kepala Dinas PP dan Perlindungan Anak Lampung Tengah, Mery Destiaty merasa kagum dengan pihak lapas karena senada dengan program pemerintah daerah.

“Saya bangga dan kagum dengan Lapas Gunung Sugih, karena telah mendukung Lampung Tengah Menjadi Kabupaten Layak Anak”. Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang telah diciptakan Lapas Gunung Sugih. ” ini merupakan wujud nyata dari upaya keras memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat dan juga warga binaan Lapas Gunung Sugih. Layanan menyentuh hati dan juga efektif bagi pembinaan psikologis warga binaan untuk menjalankan sisa pidananya dengan baik.” tutup Mantan Kepala Biro Perencanaan Kemenkumham ini.

Senada dengan Utami, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Lampung, Bambang Haryono  menanggapi suka cita tersedianya Layanan Play Land di Lapas Gunung Sugih tersebut.  “Fasilitas ini diharapkan mampu menjaga ikatan silaturahmi masyarakat dengan keluarganya yang terpaksa harus hidup di Lapas, dan berimbas positif bagi pelaksanaan pembinaan yang berkorelasi dengan keamanan dan ketertiban yang kondusif, ” tutur Bambang optimis.(Rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *